Sabtu, 05 Mei 2012

Untuk-Mu

Untuk-Mu

Tetes embun bangunkan jiwa ini
Ku terawang apa yang telah terduga
Pernah ku alami sepanjang umurku
Dirimu .....
Seperti malaikat pelindungku
Namun, kau hempaskanku
Tiadakah jiwamu mengerti
Berhenti membuatku menangis
Dan tersiksa
Jika jiwa ini hancur ku akan tegar
Masih bisakah kau mencintaiku  ..
Dirimu bagai cahaya terangi setiap ruangku...
Terus berjalan menyusuri hatimu
Memupuk cintaku yang tertanam di hatimu
Kau dan aku
Bersenyawa dengan kasih dan sayang
Cinta ini sampai kapan pun tak akan pudar
Cinta ini tak akan pudar sampai akhir zaman
Terasa ringan ketika kau menguji ku dengan cinta
Karena hatiku adalah hatimu
Kau bisa jadikan mimpi kenyataan
Di saat malamku sendiri
Silauan cahaya menerangi hati
Itu kamu
Akankah suatu hari nanti
Kau menjadi bintang hatiku
Selamanya di hatiku
Tak akan ada akhir asa dalam setiap detik
Ku yakin kau tak akan menyesali
Dalam suka duka kita bersama
Ku harapkan bersama
Sebenarnya pada saat itu
Airmata tertahan perih saat kau putuskan
Mungkin ini yang terbaik
Jangan buang kisah ini
Kisah penyatuan aku dan kau
Sejatinya aku  masih inginkan jiwamu
Setelah jutaan cerita terlewati
Bungkuslah memori dalam hati dan jiwa
Sayang..
Maafkan sikapku
Mungkin hingga mengikis hati dan jiwa
Hingga muak melihat raga ini
Keyakinan atas cintamu padaku sirna
Sayang..
Kusadari adalah salah
Yang tak pernah yakin akan cintamu padaku
Coba kau dengar hati ini
Mengeja kata indah
Memanggil dengan lembut
Coba kau dengar bisikan ini
Dengan lirih
Pejamkan matamu saat kau mengerti
Siapa dia
Itu kamu
Namamu
Kering sudah airmataku
Untuk menyesali kepergianmu
Berharap cinta kita kan abadi slamanya
Keajaiban cinta kuyakin tiba untukku
Para duri menghalangi cinta ini
Namun ku tetap tegap
Ku tetap terjaga
Dan mencoba bertahan
Meskipun ada hanya untuk tidak ada
Hati ini tersimpan bimbang
Dengan cerita hatiku yang ingin aku tuangkan
Dalam dunia
Agar ku tak sendiri
Menahan rasa ini
Maafkan jika ku telah membunuh
Cintamu dan cintanya
Ku tahu engkau tlah berdua
Rasa ini tak mungkin dilepas
Aku cinta padamu
Jika cintanya terbunuh
Maafkan aku
Tuhan..
Mungkinkah aku keliru
Menilai cinta yang kukira selamanya abadi
Tapi..
Aku sadar
cinta abadi hanyalah milik-Mu Tuhan..

Ratna Tita Pravitha Sari 06.50
( Tita Nyutt )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu usaha

suatu usaha
apik